[Close]

.


Selasa, 15 Februari 2011

Nasehat Untuk Orang Tua Yang Meratapi Anaknya

Setiap manusia sudah ditentukan dan menentukan jalan hidupnya. Tiap orang jalan hidupnya akan berbeda rute dan pengalamannya. Ada kebaikan dan keburukan di sana. Ada pula kesenangan dan kesedihan yang silih berganti. Kadang kita merasa ikhlas mengemban amanah, tetapi tanpa sadar kita berharap mendapatkan imbalan balasan dari sesama manusia.


Anak adalah titipan, yang bisa menjadi amanah maupun fitnah. Tugas orangtua adalah mengasuh anaknya, apapun balasan anak kepada orangtuanya. Sebaliknya, tugas anak adalah berbakti kepada orangtuanya, apapun perlakuan orangtua kepada anak-anaknya. Tugas mengasuh dan berbakti itu bukan ikatan antar manusia, tetapi mandat dari Allah Yang Maha Kuasa. Jadi apapun hasilnya, kita tetap harus fokus untuk memohon ridho-Nya.


Ketika orangtua mengasihi anaknya, itu adalah kewajiban. Tapi orangtua harus ingat bahwa tiap anak berhak pada jalan hidupnya masing-masing, termasuk apabila si anak tidak membalas dengan bakti sewajarnya kepada orangtuanya. Demikian juga sebaliknya. Anak wajib berbakti pada kedua orangtuanya, apapun sikap orangtua kepada anaknya.


Berikutnya tentang sikap kita menghadapi ujian.
Yakinlah bahwa ujian itu sudah disesuaikan takarannya. Yakinlah bahwa nasib kita ini jauh lebih baik dari kebanyakan orang. Yakin pula bahwa harapan itu sama dengan mimpi, boleh dibayangkan tapi tidak boleh dipaksakan untuk PASTI tercapai. Manusia wajib bermimpi, berharap dan berusaha. Tetapi masalah hasilnya, itu Allah yang punya kuasa.
Bolehlah kita berharap, tapi jangan terlalu memaksa diri, sehingga malah badan akan rapuh karenanya.
Jangan pula meratap berlebihan, karena itu sama saja menghancurkan diri sendiri. Mungkin kita merasa sah-sah saja melampiaskan sikap tertentu, tetapi pikirkan akibat pelampiasan ini yang kadang mengenai pihak lain yang tidak tahu duduk perkaranya.


Masihkah kita meratapi dengan kesedihan tanpa ujung?
Masihkah kita berat untuk tersenyum?

Hidup adalah amanah untuk berkreasi dan berprestasi. 
Sampai pada waktu yang telah ditentukan-NYA.
Bukan dihentikan sepihak oleh manusia. 


By Ki Asmoro Jiwo

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Sahabat

zeffa09. Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Followers

© Copyright 2010 Long Life Education is proudly powered by blogger.com