[Close]

.


Rabu, 16 Februari 2011

Bank Of America dan Konspirasi Menghancurkan Wikileaks

Kelompok Anonymous mengklaim berhasil mengungkap rencana rahasia sebuah bank AS untuk menghancurkan dan mendiskreditkan Wikileaks. Rencana itu melibatkan sejumlah perusahaan kontraktor keamanan swasta di AS, yang membentuk konsorsium untuk "membungkam" Wikileaks.
 
"Anonymous" merupakan kelompok hacker pendukung Wikileaks. Situs harian The Independentedisi Senin (15/2) melaporkan bahwa pekan kemarin, para sukarelawan "Anonymous" berhasil membobol server milik HB Gary Federal--perusahaan keamanan yang menawarkan jasa investigasi pada perusahaan-perusahaan lain--dan memposting ribuan email HB Gary Federal di internet.
"Anonymous" melakukan serangan itu untuk membalas klaim Kepala Eksekutif HB Gary Federal, Aaron Barr yang mengatakan bahwa ia berhasil menyusup ke jaringan internet "Anonymous" dan mengetahui secara detil susunan dan struktur kepemimpinan di kelompok tersebut.

Email-email rahasia milik HB Gary Federal yang diunggah ke internet mendapat perhatian dari kalangan hacker di dunia maya, blogger dan wartawan. Dari email-email itu, mereka menemukan indikasi adanya konspirasi yang melibatkan Bank of America untuk melakukan sabotase terhadap Wikileaks dan mendiksreditkan para wartawan yang bersimpati pada Wikileaks, situs yang berhasil mengungkap dan menyebarluaskan dokumen-dokumen rahasia milik pemerintah AS.

Tiga perusahaan jasa keamanan internet antara lain HB Gary Federal, Palantir Technologies dan Berico Technologies, berdasarkan dokumen presentasi mereka, mengajukan proposal pada Bank of America untuk bersama-sama menyerang Wikileaks, menyusul ancaman situs pembocor rahasia itu untuk memublikasikan informasi-informasi yang akan membuat malu Bank of America.
Serangan terhadap Wikileaks akan dilakukan dengan cara memberikan dokumen-dokumen palsu pada Wikileaks dengan tujuan menghancurkan kredibilitas situs pembocor rahasia itu, mengekspos orang-orang yang menjadi sumber informasi Wikileaks, termasuk para wartawan yang menjadi simpatisan Wikileaks.

Dari sebuah email yang ditulis Barr pada seorang pegawai Palantir diketahui bahwa Barr meminta Palantiir Technologies sebagai perusahaan jasa keamanan internet, harus melacak dan mengintimidasi orang-orang yang memberikan donasi pada Wikileaks.

"Perusahaan-perusahaan jasa keamanan harus membuat masyarakat paham, jika mereka mendukung organisasi itu (Wikileaks), kami akan akan mengejar mereka. Catatan transaksi sangat mudah dilacak," demikian isi email Barr.
Sementara itu, firma hukum Hunton and Williams yang ditunjuk Bank of America sebagai kuasa hukum, membantah bahwa perusahaannya terlibat dalam konspirasi itu. "Kami belum pernah melihat presentasi mereka, tidak pernah melakukan evaluasi atas usulan mereka dan tidak tertarik dengan itu semua," kata seorang juru bicara dari firma hukum itu. Ia juga menyatakan bahwa dokumen-dokumen dalam bentuk email dan presentasi untuk menghancurkan Wikileaks, adalah dokumen palsu.

Tapi Palantir dan Berico memastikan keaslian dokumen-dokumen yang berhasil dibobol "Anonymous" . Kedua perusahaan itu merilis pernyataan bernada berang atas pemublikasian dokumen-dokumen itu dan menyatakan memutus hubungan dengan HB Gary Federal. (ln/TI)

Sumber Eramuslim

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Sahabat

zeffa09. Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Followers

© Copyright 2010 Long Life Education is proudly powered by blogger.com